Blog

Menyambut Bulan Ramadhan 1440 H

Assalamualaikum, Wr. Wb

Marhaban Yaa Ramadhan. Alhamdulillah TK Islam Sabilillah Malang telah melakukan Kirab Ramadhan pada hari Kamis, 2 Mei 2019 untuk Penyambutan Bulan Ramadhan 1440 H. Seluruh siswa membawa poster yang bertuliskan tema menyambut Bulan Puasa Ramadhan. Dengan berbagai kreasi yang unik dan lucu, mereka sangat antusias sekali dalam hari penyambutan tersebut. TK Islam Sabilillah Malang menyambut dengan melakukan kirab mengelilingi daerah kompleks TK.

Read more

Semangat Memperingati Hari Kartini 2019

Hari Kartini diperingati setiap tahunnya pada tanggal 21 April bertepatan dengan tanggal lahir sang pejuang emansipasi wanita yaitu Ibu Kartini.

TK Islam Sabilillah telah memperingati Hari Kartini pada hari Sabtu, 27 April 2019 dengan sangat antusias dan semangat. Dirayakan dengan adanya keliling daerah sekirtar TK, lomba fashion dan bernyanyi antar kelas A dan B di Ruang Bersama TK Islam Sabilillah Malang. Berikut foto-foto lucu dari siswa dan siswi pintar TK Islam Sabilillah Malang.

Acara dimulai dengan upacara penyambutan Hari Kartini 2019. Dipimpin oleh Kepala Sekolah TK Islam Sabilillah Malang.

Read more

Kegiatan Idul Adha dan Mengenal Anatomi Hewan

Kamis, 23 Agustus 2018 TK Islam Sabilillah Malang melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Dalam kegiatan tersebut siswa juga mempelajari sejarah Nabi Ibrahim Adan Nabi Ismail. Selain itu, siswa menerima pembelajaran mengenai anatomi hewan. Mereka belajar mulai dari organ dalam seperti usus besar, usus kecil, jantung, dan organ lainnya beserta dengan fungsinya. Seluruh siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran tersebut.

Read more

Manasik Haji bersama TK Islam Sabilillah Malang

Senin, 13 Agustus 2018 TK Islam Sabilillah Malang melaksanakan Manasik Haji yang diikuti oleh TK se-Malang raya. Bertujuan sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter cinta Allah dan Rasul yang termasuk dalam 8 cinta yang terapkan sejak dini oleh Sekolah Islam Sabilillah Malang. Seluruh peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan khidmat dan lancar.

Read more

Kunjungan Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Singosari

Agenda kegiatan rutin yang dilaksanakan di TK Islam Sabilillah Malang salah satunya adalah kegiatan kunjungan sosial ke panti asuhan sekitar. Pada momen berbagi ini pendidik mengharapkan tumbuhnya jiwa sosial pada anak sehingga dapat peduli dan cinta pada sesama serta pembiasaan perilaku berbagi. Hal ini juga merupakan salah satu cara implementasi 8 Cinta Sabilillah yaitu Cinta Sesama. Kali ini sasarannya adalah Panti Asuhan Al-Ikhlas Singosari Malang yang lokasinya tidak terlalu jauh dari TK Islam Sabilillah Malang.

Read more

Memasak Sayur

Memasak sayur bayam sungguh menyenangkan, Cara membuat sayur bayam :

  • Siapkan panci berukuran sedang, kemudian masukkan air secukupnya dan direbus hingga mendidih
  • Setelah airnya mendidih, masukkan bawang merah dan bawang putih yang telah diiris tipis-tipis
  • Masak bumbu hingga air kembali mendidih dan tercium bau harum
  • Masukkan jagung manis dan juga wortel ke dalam panci. Masak kedua jenis sayuran ini sampai matang dan empuk
  • Setelah wortel dan jagung menjadi empuk, masukkan garam terlebih dahulu. Dengan memasukkan garam ke dalam air rebusan sebelum bayam dimasukkan akan membantu menjaga warna hijau pada daun bayam terlihat segar
  • Setelah itu masukkan daun bayam
  • Masukkan juga gula pasir dan aduk sampai tercampur rata
  • Cicipi sayur bayam tersebut dan bisa ditambahkan garam atau gula pasir bila terasa masih kurang mantap
  • Bila air sudah mendidih, masukkan tomat yang sudah dipotong-potong, aduk sebentar kemudian angkat
  • Sajikan sayur bayam didalam mangkuk tahan panas

Sayur bayam sebaiknya tidak dimasak terlalu lama agar kandungan gizi didalamnya tetap terjaga. Setelah bayam dimasukkan kedalam air rebusan, tunggu hingga air kembali mendidih kemudian angkat sayur bayam tersebut. Sayur bayam akan terasa lebih lezat bila disajikan hangat bersama dengan nasi panas dan lauk pauk seperti tahu, tempe, ikan dan sambal. Sayur bayam juga sebaiknya langsung dihabiskan. Sayur ini tidak boleh dipanaskan kembali karena justru bisa berubah menjadi racun dan berbahaya bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Read more

Kegiatan Pembelajaran Sentra Bermain Peran

Sentra bermain peran adalah pusat belajar bagi anak-anak uisa dini. Anak-anak usia 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun menyukai hal-hal yang imajinatif. Anak-anak bermain dalam berpura-pura dan menirukan pengalaman yang di dapat dalam dunia nyatanya. Dalam kegiatan main di sentra main peran anak dapat mengembangakan kemampuannya bersosialisasi, mengikuti prosedur, bereksperimen dan berbahasa.
Di sentra main peran ada tahapan perkembangan yang digunakan sebagai penilaian bagi guru, tahapan perkembangan itu sebagai berikut:

1. Agen Simbolik (diarahkan pada apa/siapa atau siapa yang menerima tindakan).
2. Pengganti Simbolik (menggunakan alat-alat sebagai pemeranya).
3. Kerumitan Simbolik (jumlah dan kerumitan adegan, menggunakan naskah pendek dalam konteks yang sama).
Agen Simbolik 1
Anak pura-pura melakukan kegiatan.
Contoh:
1. Anak pura-pura makan, tidur, atau minum;
2. Anak pura-pura menyisir atau menyikat rambutnya;
3. Anak-anak pura-pura berbicara dengan menggunakan telepon mainan.
Agen Simbolik 2
Anak pura-pura mengarahkan kegiatan sederhana pada temannya atau benda.
Contoh:
1. Anak memberi makan atau memandikan boneka;
2. Anak meletakkan boneka di tempat tidur;
3. Anak mendorong mobil-mobilan di lantai.
Agen Simbolik 3
Anak mengambil peran pura-pura secara aktif, tetapi tidak diarahkan kepada orang lain. Anak juga dapat menentukan peran untuk mainan atau benda. Anak tidak terlalu banyak bertanya untuk main peran. Mencari petunjuk-petunjuk sesuai yang ditentukan. (Misalnya: Anak meletakkan stetoskop di leher dan mendengarkan denyut jantung temannya atau boneka, tetapi tidak berkata “Saya dokter”). Anak dapat memahami tanda-tanda atau mengikuti temannya dalam kelompok main peran. (Contoh: Teman bertindak sebagai pilot pesawat, anak menentukan perannya sebagai penumpang pesawat).
Contoh:

  1. Anak-anak pura-pura menjadi seorang guru dan membaca keras kepada boneka, teman lainnya, atau hanya pura-pura seseorang mendengarkan;
  2. Pura-pura menjadi binatang;
  3. Pura-pura menjadi sopir mobil;
  4. Pura-pura memainkan kuda-kudaan kecil berlari ke kandang atau makan rumput kering (peran mikro).
Read more
CLOSE
CLOSE